Sepenggal Catatan Hati

Setiap langkahku adalah sepi yang terajam langit yang mendung setiap harinya di pinggiran kontur penuh hujan ini
Hari ini, ah tidak sampai saat aku menulis ini, matahari hanya tersenyum sedikit selanjutnya tirai kelabu menutupi teriknya,banyak yang tak kumnegerti, banyak pula yang tak mengertiku, mereka hanya riang sehingga aku juga ikut riang, padahal hanya sepi yang kurasakan,, bernas puluhan kata tak pernah sama karena tiap hati yang berkata hanya mau mnegikuti kata nafsunya dalam mengartikan nas yang diucapkan,,akhirnya aku hanya diam tak menjawab karena aku tahu diam adalah jalan terbaik membendung benci, pilihan terindah meresapi arti, tak perlu kata, tak perlu dosa. Diam memang bukan emas, diam juga bukan mutiara tapi diam adalah pilihan terbaik setelah berkata baik karena sabda pun menyatakannya , berkatalah yang baik atau diam,
Luluh sudah tepian samudera hatiku kini tersisa hanya lautan cinta yang terajai nafsu,, kepedulian tak pelak hilang tak berbekas ah maaf masih ada bekasnya kok, hanya saja tak tampak mungkin oleh mmataku yang tertutup kabut fana yang menawarkan misteri keindahan yang samar2 ah mungkin bukan hanya misteri keindahan tapi juga kebusukan yang tersamar indah oleh kabut fana itu,, maka sekali lagi aku diam. Sayang sekali kali ini diam bukanlah solusi karena kabut itu justru semakin tebal, seharusnya aku bergerak, seperti kata para aktivis, bergeraklah karena diam itu mati..

Fyuh,,,lupakan saja semua yang berdiri disampingku karena toh aku jarang sekali mengingat siapa yang telah menggandeng tanganku, fyuh,,,lupakan saja siapa yang berdiri di depanku karena aku tidak pernah mengingat apa atau siap yang menghalangi jalanku, tapi tolong ingatkan aku dengan sesuatu atau seseorang yang ada di belakangku karena aku adalah pelupa yang tak tahu malu, tak tahu terima kasih akan siapa yang telah mendorongku untuk maju atau menahanku untuk diam.. Maju dalam kabut fana itu, Diam dari komentar komentar tak bersayap karena aku manusia bukan malaikat bahkan bukan burung yang pandai mengepak sayap..

Lab Penelitian Dept Biokimia IPB
11 Januari 2010
14.47 - 15.07 WIB

Related Posts

1 komentar

Posting Komentar